Jumat, 18 Juli 2008

Harga & Spek Mini-Laptop Layar 8,9 inci

Acer Aspire One (Linux) Prosesor Intel Atom N270 1,6GHz; RAM 512MB; SSD 8GB; Bobot 1kg; Dimensi 248,9x170,2x28,96 mm; Baterai 3-sel=3jam; 6-sel=7jam; Perlengkapan 802.11b/g, ethernet, 3 USB 2.0, VGA, 3,5mm audio out, 1 slot PCI mini untuk WWAN, kamera 1,3 megapixel, SDHC dan media reader Harga Rp 4,1 juta

Asus Eee PC 900 (Windows XP Home) Layar 1024x600; Prosesor Intel Celeron Mobile 900MHz; RAM 1GB (max 2GB); SSD 12GB; Bobot 0,99kg; Dimensi 225x165x35 mm; Baterai 4-sel (klaim Asus: 3 jam 30 menit); Perlengkapan 802.11b/g, ethernet, 3 USB 2.0, VGA-out, audio out, slot SD/MMC; kamera 0,3 megapixel. Harga Rp 5,7 juta

Asus Eee PC 900 (Xandros Linux) Layar 1024x600; Prosesor Intel Celeron Mobile 900MHz; RAM 1GB (max 2GB); SSD 20GB; Bobot 0,99kg; Dimensi 225x165x35 mm; Baterai 4-sel (klaim Asus 3,5 jam); Perlengkapan 802.11b/g, ethernet, 3 USB 2.0, VGA-out, audio out, slot SD/MMC; kamera 1,3 megapixel. Harga Rp 5,5 juta

HP 2133 Mini-Note PC (Windows Vista Home Basic) Layar 1280x768; Prosesor VIA C7-M 1,2GHz; RAM 1GB; HDD 120GB; Bobot 1,28kg; Dimensi 255x165x26,7 mm (1.123 cm3); Baterai 3-sel=2jam 15menit; Perlengkapan
802.11a/b/g, ethernet, 3 USB 2.0, kamera, 1 SD card reader, VGA out, mikropon, slot PC Express card, DriveGuard. Harga Rp 6,5 juta

Sony VAIO FZ Melesat dengan Core 2 Duo 2,5GHz


Disamping menghadirkan ragam notebook model tenteng yang ringan, Sony juga mendesain notebook dalam fisik besar sebagai pengganti PC desktop (desktop replacement). Adalah VAIO seri VGN-FZ38GU yang diperkenalkan Sony bulan Februari lalu sebagai notebook multimedia berkinerja cepat berkat penggunaan prosesor Intel Core 2 Duo T9300 berkecepatan 2,5GHz, kecepatan tertinggi pada notebook masa kini.


Selain prosesor yang cepat, seri FZ terbaru ini juga menggunakan optical drive Blu-ray yang baru-baru ini popularitasnya menggeser HD-DVD. Dengan Blu-ray ini, pengguna bisa menonton film berdefenisi tinggi (HD) yang lebih berkilai dibandingkan DVD, selain itu dimungkinkan pula merekam data dalam keping Blu-ray berkapasitas 50GB.

Untuk menyesuaikan kemampuan displai Blu-ray yang tajam, layar lebar 15,4 inci pada FZ38GU ini memakai teknologi Clear Bright High Color LCD 90 yang mampu menghasilkan kemurnian warna hingga 90% dari gambar aslinya. Melalui koneksi HDMI, tampilan ini juga dapat disalurkan ke LCD TV yang mendukung tampilan Full HD.

Untuk memuluskan aktivitas multimedia termasuk bermain game 3D terbaru, notebook diperlengkapi dengan kartu grafis GeForce 8600M GS yang sudah mendukung platform DX10 di Windows Vista. Dengan kapasitas harddisk hingga 300GB dan memori 2GB tentunya FZ38GU lebih siap menerima banyak materi digital untuk diproses. Selain ditujukan sebagai notebook yang “kuat” untuk bekerja, FZ38GU juga praktis dipakai sebagai player berkat penambahan panel audio-visual yang amat mudah dipakai.

Sony juga memberikan lapisan magnesium dan almunium pada notebook agar lebih kuat, namun berat total notebook hanya 2,7kg. VAIO VGN-FZ38GU dijual sekitar US$ 2.700 dan sudah termasuk dengan sistem Windows Vista Home Premium dan tamabahan software lain seperti SonicStage Mastering Studio, Roxio Media Creator 9.1, dan Norton Internet Security 2008.

Asus F9S

Notebook kecil=kinerja pas-pasan? Tidak juga, karena Asus F9S berhasil menunjukkan kinerja dan fasilitas yang dapat diandalkan.

Pemindai sidik jari ditempatkan jauh di sisi kanan bawah, meminimalisir kemungkinan tersenggol tanpa sengaja.

Notebook kelas 12,1 inci selama ini identik dengan kinerja dan fasilitas yang terbatas. Ini tidak lepas dari ukurannya yang kecil (sehingga agak sulit ditambahkan beragam fasilitas) serta peruntukannya yang menyasar pengguna yang sering bepergian (yang nota bene tidak memerlukan notebook yang komplit).

Namun citra itu sedikit terpatahkan dengan kehadiran Asus F9S. Sebagai sebuah notebook kelas 12,1 inci, fasilitas dan kinerja notebook ini tak kalah dengan notebook kelas atas. Yang paling utama adalah penggunaan kartu grafis mandiri, nVidia GeForce 8400GM. Kartu grafis ini memang termasuk kelas low-end, namun setidaknya memiliki performa yang lebih bagus dari kartu grafis onboard yang digunakan mayoritas notebook kelas 12,1 inci maupun 14-15 inci. Di sisi kiri, Anda juga akan menemukan port HDMI (High Definition Multimedia Interface) yang juga biasanya tersedia di notebook kelas multimedia. HDMI ini sendiri berfungsi menghubungkan notebook ke perangkat TV atau proyektor untuk mengantarkan film definisi tinggi.

Kinerja notebook ini juga dapat diandalkan berkat penggunaan prosesor Intel Core 2 Duo T7500 (2,2GHz) dengan memori 2GB. Perpaduan ini dengan mudah menyelesaikan semua pengujian yang kami lakukan, bahkan dengan catatan waktu yang istimewa di antara semua notebook yang pernah kami uji. Dalam penggunaan sehari-hari, notebook ini juga jarang tersendat saat menjalankan sistem operasi Windows Vista Home Premium. Perlu dicatat kalau spesifikasi unit yang kami terima sedikit di atas standar (Asus F9S standar menggunakan Intel T7300 dan memori 1GB), namun pengujian yang lakukan setidaknya menunjukkan kemampuan besar yang ditawarkan notebook ini.

Bicara penggunaan, notebook ini berhasil membuat kami merasa nyaman ketika menggunakannya. Papan keyboardnya terasa nyaman saat diketik, juga tidak terasa panas meskipun digunakan dalam jangka waktu yang lama. Detail yang kecil namun penting telah dipikirkan Asus, seperti lampu indikator yang menyala saat mode WiFi aktif, serta indikator di layar yang menunjukkan tingkat volume, brightness, dan parameter lainnya. Pemindai sidik jari yang ditempatkan jauh di sisi kanan bawah juga meminimalisir kemungkinan tak sengaja tersentuh tangan.

---
Perlu diingat bahwa unit yang kami uji ini memiliki prosesor, memori, dan harddisk yang lebih tinggi dibanding Asus F9S versi standar (yang dibandrol dengan harga US$ 1499). Jadi silakan konsultasi dengan distributor Asus untuk mengetahui harga F9S dengan spesifikasi secanggih ini. Namun kartu grafis, port HDMI, dan pemindai sidik jari tetap ada di versi standarnya, jadi Asus F9S tetap bisa dibilang notebook ringan dengan kemampuan besar.

Plus: Dilengkapi kartu grafis mandiri, HDMI, dan dua batere; keyboard nyaman
Minus: Agak berat

Skor Penilaian:
Kinerja: 4,5
Fasilitas: 4,1
Penggunaan: 4,1
Harga: -
Skor total: -

Hasil Pengujian
Penggunaan prosesor dan memori kelas atas membuat kinerja Asus F9S dengan mudah mengalahkan notebook sekelas. Namun perlu dicatat unit yang kami uji memiliki prosesor dan memori di atas F9S versi standar.

Pengujian

Asus F9S

Acer Travelmate 6292

Multitasking Office 2007

57 detik

1 menit 6 detik

Membuat film

1 menit 54 detik

2 menit 5 detik

Encoding video

17 menit 39 detik

27 menit 15 detik

Encoding audio

2 menit 52 detik

3 menit 6 detik

Daya tahan batere

Memutar HD Video

2 jam 24 detik

1 jam 30 menit

Battery Eater

2 jam 16 detik

1 jam 2 menit

Spesifikasi Asus F9S

Prosesor

Intel Core 2 Duo T7500 (2,2 GHz, 4MB cache, FSB 800Mhz)

RAM

2GB, DDR2

Chipset

Intel GM965

Kartu Grafis

nVidia GeForce 8400M G

Harddisk

160 GB

Optical drive

DVD±R DL

Fasilitas

WiFi, Bluetooth, card reader, USB (3 buah), FireWire, kamera 1,3 MP, Express Card, HDMI, pemindai sidik jari

Layar

12,1 inch, resolusi 1280x800 pixel

Kartu suara

Realtek ALC660, HD-Audio

Sistem Operasi

Windows Vista Premium

Batere

7800/2400 mAh

Dimensi

31x27,3x(3,9-4) cm

Bobot

2,02 kg

Garansi

1 tahun

Situs Web

id.asus.com

Harga kisaran*

Mulai US$ 1499

*

BenQ Joybook R43

Fasilitas standar untuk sebuah notebook seperti WiFi, Bluetooth, card reader, dan DVD Writer sudah tersedia di notebook ini. Yang absen cuma kamera.

Gemerlap keindahan kota menjadi sumber inspirasi bagi BenQ dalam merancang Joybook R43 ini. Jika diperhatikan, pada sisi atas notebook terdapat pola berisi kombinasi garis dan titik. Namun ini bukan pola biasa. Titik-titik pada pola tersebut ternyata bisa menyala, sehingga ketika berpadu dengan warna hitam legam yang menyelimuti casing notebook, akan meyerupai siluet lampu gedung di gemerlapnya kota. Uniknya, sumber cahaya untuk menyalakan pola tersebut ‘meminjam’ cahaya backlight layar, sehingga tidak membutuhkan konsumsi daya tambahan. Selain itu, tingkat terangnya juga tergantung setting brightness yang kita lakukan pada layar notebook.

Joybook R43 ini sendiri adalah notebook BenQ terbaru untuk kelas 14,1 inci. Segmentasi yang disasar beragam, terlihat dari variasi penggunaan prosesornya yang mulai dari Celeron sampai Core 2 Duo generasi terbaru (Santa Rosa). Joybook R43 yang kami uji ini sendiri menggunakan prosesor T7250 (2GHz), memori 1GB, dan harddisk 150GB. Harga yang dibandrol untuk notebook ini adalah US$ 799 (tanpa sistem operasi), yang terbilang murah untuk notebook sekelas.

Ternyata ada alasan dibalik harga yang kompetitif itu. Chipset yang digunakan Joybook R43 adalah SiS 671DX, bukan chipset dari Intel seperti yang digunakan notebook di kelasnya. Penggunaan chipset ini sedikit mempengaruhi kinerjanya. Yang paling terlihat adalah hasil 3Dmark 2006 yang cuma 122; agak ketinggalan dibanding notebook pengguna chipset Intel GM965 seperti Zyrex Cruiser NFT42 yang mencatat skor 381. Di aplikasi pengujian lain juga terlihat ketertinggalan Joybook R43, padahal prosesor yang digunakan praktis lebih bagus dibanding notebook Zyrex.

Fasilitas standar sebuah notebook sudah tersedia di notebook ini, seperti WiFi a/b/g, Bluetooth, Express Card, card reader, sampai DVD Writer. Namun tidak ada fasilitas kamera, sehingga Anda harus menggunakan webcam terpisah jika ingin melakukan memotret atau konferensi video.

Setelah menggunakannya beberapa saat, kami merasa puas dengan desain notebook ini secara keseluruhan. Fisiknya terasa kokoh, tanpa terasa paparan panas yang mengganggu. Layarnya terlihat terang, sementara speakernya terasa bertenaga untuk mendendangkan lagu. Hanya satu yang mengganjal, yaitu posisi tombol Ctrl yang tidak lagi di pojok kiri bawah dan digantikan tombol Fn. Kami banyak menggunakan tombol Ctrl saat mengetik, sehingga cukup membuat kikuk memencet Ctrl di posisi baru tersebut.

***

Apakah kegiatan komputasi Anda banyak melibatkan aplikasi 3D seperti bermain game atau memutar HD Video? Jika ya, BenQ Joybook R43 bukan untuk Anda karena kemampuan 3D-nya terbilang kurang bagus. Namun jika aplikasi Anda berkutat di aplikasi Office, mengirim email, atau berselancar di internet, notebook ini adalah pilihan yang menarik. Tidak saja karena desainnya, namun juga harganya yang begitu kompetitif. Sebagai gambaran, notebook sekelas seperti Acer Aspire 2920-301G25Mi dijual di atas angka US$ 1000. Versi Celeron dari R43 bahkan cuma dibandrol di angka US$ 569. (Wisnu Nugroho)

Plus : Harga kompetitif; desain bagus; kualitas layar dan speaker memuaskan

Minus: Kemampuan 3D gaming mengecewakan; tidak dilengkapi webcam dan S-Video.

Skor Penilaian

Kinerja : 3,9

Fasilitas : 3,15

Penggunaan : 4,1

Harga : 4,6

Skor Total : 3,9

Hasil Pengujian

Jika dibandingkan dengan Zyrex Cruiser NFT42 (Intel T7100, memori 1GB, chipset Intel GM965), performa BenQ Joybook R43 terlihat agak ketinggalan. Namun perlu dicatat Zyrex NFT42 adalah notebook 12,1 inci, sehingga kita tidak bisa membandingkan daya tahan baterenya.

Pengujian

BenQ Joybook R43

Zyrex Cruiser NFT42

Membuat film

2 menit 30 detik

2 menit 24 detik

Encoding video

20 menit 15 detik

20 menit 49 detik

Encoding audio

3 menit 4 detik

3 menit 19 detik

3DMark 2006

122

381

Daya tahan batere

Memutar HD Video

1 jam 10 menit

1 jam 13 menit

Battery Eater

1 jam 22 menit

1 jam 10 menit

Spesifikasi BenQ Joybook R43

Prosesor

Intel Core 2 Duo T7250 (2GHz, 2MB cache, 800MHz)

RAM

DDR2, 1GB

Chipset

Sis 671FX

Kartu Grafis

Sis 351 Mirage 128MB

Harddisk

IDE, Hitachi 150GB, 5400rpm

Optical drive

DVD Writer

Fasilitas

WiFi a/b/g, Bluetooth, Card reader, USB (3x), Express Card.

Layar

14,1 inci, 1280x800 pixel

Kartu suara

Realtek ALC883

Sistem Operasi

Windows Vista Home Premium

Batere

4800 mAh

Dimensi

33x25,2x3,5-4,4 cm

Bobot

2,3 kg

Garansi

1 tahun

Situs Web

www.benq.com

Harga kisaran*

US$ 799

BenQ S41: Pilihan yang Sulit Ditampik

Setelah melihatnya, kami tidak heran jika notebook ini meraih perhargaan red dot Design Award sebagai salah satu produk dengan desain inovatif. Salah satu kuncinya adalah pola lingkaran berwarna ungu di cover atasnya. Kelihatannya memang biasa, namun pola tersebut sebenarnya “ditempel” dengan teknologi khusus yang disebut Laminated Color Metal Technology. Alhasil cover ini tidak cuma memiliki desain unik, namun juga kuat berkat penggunaan bahan dari campuran magnesium.
Sebagai sebuah notebook 14,1 inci, BenQ S41 tampil istimewa di sisi kartu grafis karena menggunakan GeForce 8600M GS. Kartu grafis ini sudah mendukung penuh DirectX 10 sehingga sesuai dengan kebutuhan Windows Vista. GeForce 8600M GS memiliki kecepatan clock grafis 1,2GHz dan kecepatan memori 600Hz, sehingga dapat menjalankan game kelas berat sekalipun. Sayangnya notebook ini cuma dibekali prosesor Intel Core 2 Duo T7100 (1,8 GHz), atau prosesor terendah dalam jajaran prosesor Santa Rosa. Alhasil jika dibandingkan notebook 14,1 inci dari Zyrex dan Axioo, BenQ S41 terlihat tertinggal.
Penggunaan notebook ini secara umum sangat memuaskan. Keyboard dengan ukuran besar dan terasa dalam saat ditekan membuat proses mengetik terasa nyaman. Kami juga menyukai area touchpad yang dibuat kasar, membuatnya responsif saat digunakan. Tombol touchpad yang dibuat menyatu sempat terasa aneh, namun kami berhasil membiasakan diri dengan mudah. Seperti biasa, kualitas layar notebook BenQ terlihat istimewa, dengan brightness yang tinggi sehingga tetap nyaman digunakan untuk menonton film Pirates of Carribean yang banyak menampilkan setting gelap.
Selain keberadaan HDMI, fasilitas yang diberikan notebook dengan bobot 2,4 kg ini tergolong setara dengan notebook lain, seperti WiFi, Bluetooth, kamera, card reader, dan DVD Writer. Namun ada satu hal yang perlu dicatat adalah fasilitas WiFi-nya yang mendukung standar Draft-N. Alhasil kemampuan nirkabelnya tergolong cepat, yaitu sekitar 2,4MB/detik saat mentransfer data berbeda lantai di kantor kami.
***
Dalam catatan kami, tidak banyak notebook kelas 14,1 inci yang memiliki kartu grafis mandiri seperti BenQ S41 ini. Alhasil, performa gaming dan multimedianya lebih istimewa dibandingkan notebook sekelas. Notebook ini memang cuma menggunakan Intel T7100, namun sudah cukup bertenaga untuk menjalankan aplikasi kelas berat sekalipun. Ditambah harganya cuma sekitar US$ 1149 (tanpa sistem operasi), BenQ S41 adalah pilihan yang sulit ditampik.
Plus: Desain bagus; kartu grafis bertenaga; dilengkapi HDMI; enak digunakan.
Minus: Cuma menggunakan prosesor T7100; tidak dilengkapi sistem operasi.
Skor Penilaian:
Kinerja: 4,25
Fasilitas: 3,35
Penggunaan: 4,2
Harga: 4,4
Skor Total: 4,025
BenQ S41
PERFORMA
Multitasking Office 2007
1 menit 12 detik
Membuat film
2 menit 18 detik
Encoding Video
29 menit 33 detik
Encoding Audio
3 menit 12 detik
DAYA TAHAN BATERE
Memutar HD Video
1 jam 42 menit
Battery Eater
1 jam 21 menit
SPESIFIKASI
Prosesor/memori
Intel T7100, 1,8GHz/1GB
Chipset/Kartu grafis
Intel 965 Express/nVidia GeForce 8600M
Harddisk/perangkat optik
SATA 120GB/DVD Writer
Fasilitas
WiFi a/b/g, Bluetooth, Express Card, slot kartu memori (MMC, SD, MS), FireWire, USB 2.0 (3 buah), S-Video, modem, LAN
Layar
14,1 inci, 1280x800 pixel
Sistem Operasi
Linux
Kapasitas Batere
4800 mAh
Dimensi
33,9x25,2x3,5-4,4 cm
Bobot
2,39 kg
Garansi
1 tahun suku cadang&internasional, 3 tahun service
Situs Web
www.benq.com
Harga Kisaran*
US$ 1149
*

LifeBook P1080, Notebook Fujitsu Berlapis Emas

Notebook Fujitsu yang telah hadir sejak awal tahun silam, kini sudah dibuat edisi anyarnya. LifeBook besutan Fujitsu yang baru ini dirancang dengan keunikan yang belum dimiliki pada edisi lawas.

LifeBook P1080 Pink Gold Edition yang baru saja dirilis sengaja dirancang dalam stok yang terbatas, ini disebabkan LifeBook versi baru ini diperkaya oleh lapisan emas berwarna pink yang sangat sporty. Dari otak, LifeBook P1080 dibekali dengan prosesor Intel Core 2 Duo SL7100 yang disokong dengan memori kapasitas 2GB sehingga mampu bekerja dengan gesit.

Urusan menampung data, LifeBook mengandalkan harddisk berkapasitas 250GB. Dibanding dengan edisi sebelumnya, edisi yang baru ini datang dengan fasilitas wireless 3,5G (HSDPA) WWAN. Tampilan layar lebar WXGA SuperFine seluas 12,1" yang dipadu dengan kamera berkapasitas 1,3 megapixel mampu melengkapi kehebatan LifeBook P1080 Pink Gold Edition ini.

Fujitsu juga melengkapi LifeBook P1080 dengan DVD writer dual-layer dan batere kualitas handal yang sanggup bertahan hingga 6 jam. Notebook anyar Fujitsu yang memiliki bobot 1,3kg ini akan diperkenalkan untuk pertama kalinya di pasar Australia dengan bandrol harga mulai $2,899. (ipm)

Gateway Dongkrak Spesifikasi Demi Raih Pasar

Seperti kata pepatah "Mempertahankan lebih sulit daripada Meraih", itulah yang kini coba dilakukan pabrikan komputer asal Amerika, Gateway. Demi mempertahankan posisinya, Gateway memiliki jurus jitu untuk tetap mempertahankan pelanggan yang kini sudah dipegang. Salah satu langkah yang diambil Gateway, diantaranya adalah dengan menaikkan spesifikasi produknya.

Gateway membuat 3 kategori yang digunakan untuk membedakan luas layar yang digunakan pada jajaran notebook anyarnya. Seri P merupakan notebook dengan layar seluas 17", seri M merupakan notebook berlayar seluas 15,4", sedangkan seri T merupakan notebook dengan luas layar paling minim, sekitar 14,1".

Ketiga seri notebook yang telah diupdate itu pun memiliki spesifikasi yang lebih hebat, seperti prosesor Intel Centrino Mobile Technology dan prosesor Intel Core 2 Duo. Namun tidak hanya notebook saja yang menjadi andalan Gateway, Desktop pun menjadi sasaran update yang niscaya dapat menarik konsumen lebih banyak lagi.

Gateway menghadirkan desktop seri FX, DX, dan GT yang masing-masing juga memiliki nilai plus tersendiri. Untuk kategori desktop, Gateway membekali produknya dengan prosesor Core 2 Quad Q9300 yang ditunjang dengan memori kapasitas hingga 6GB. Tidak ketinggalan GPU Nvidia GeForce 9800GT juga turut mendukung tampilan gambar yang apik. Gateway pun mematok harga yang bervariasi untuk jajaran seri anyar notebook dan desktopnya tersebut, mulai dari $549,99 hingga $999,99. (ipm)